Berapa Watt CCTV? Ini Cara HItung Daya Listrik CCTV!

Meskipun keberadaan CCTV memberikan keuntungan signifikan dalam pengawasan, kita tidak boleh melupakan aspek vital lainnya, yaitu kebutuhan akan daya listrik yang memadai.  Daya listrik untuk CCTV menjadi elemen krusial dalam menjaga kinerja optimal sistem.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara rinci tentang bagaimana menghitung dan mengelola daya listrik untuk CCTV, serta memberikan tips efisien untuk menghemat energi tanpa mengorbankan keandalan sistem pengawasan. 

Berapa Watt Listrik CCTV? Ini Cara Menghitung Kebutuhan Daya Listrik Sistem CCTV

cara hitung daya listrik CCTV

Dalam menentukan daya listrik yang dibutuhkan untuk sistem, Anda perlu memperhitungkan jumlah kamera, tipe kamera, dan perangkat tambahan (DVR/NVR).

Berikut adalah langkah-langkah ringkas untuk menghitung kebutuhan daya listrik:

  • Tentukan Daya Per Kamera: Periksa spesifikasi teknis (Watt) dari masing-masing kamera CCTV Anda.
  • Hitung Total Daya Kamera: Tentukan jumlah kamera dan kalikan dengan daya per unit.
  • Hitung Daya Perangkat Keras: Tambahkan daya yang dibutuhkan oleh DVR/NVR (biasanya tertera di adaptornya).
  • Hitung Total Kebutuhan Daya (Watt): Jumlahkan semua daya yang dibutuhkan oleh kamera dan perangkat tambahan.
  • Pilih Power Supply yang Overcapacity: Pilih power supply (adaptor daya) yang memiliki kapasitas 20–30% lebih besar dari total daya yang Anda hitung.
  • Cek Tegangan (Volt) dan Arus (Current): Pastikan power supply yang dipilih memiliki tegangan dan arus yang sesuai dengan persyaratan perangkat CCTV Anda (umumnya 12V DC).
Baca Juga :  Harga CCTV Indoor dan Outdoor Hikvision

Contoh Perhitungan Daya yang Lebih Akurat: Contoh Sistem Analog Sederhana

Misalkan Anda memiliki 4 kamera CCTV Analog dengan daya masing-masing sekitar 6 Watt dan menggunakan DVR dengan daya 20 Watt.

  • Total daya kamera: 4 kamera x 6 watt/kamera = 24 watt
  • Total daya DVR: 20 watt
  • Total Daya Listrik Minimum: 24 watt + 20 watt = 44 watt

Anda harus memilih power supply dengan kapasitas minimal 55-60 watt untuk headroom keamanan.


Selain CCTV kami juga melayani pemasangan :


Tips Efisien Menghemat Daya Listrik Untuk CCTV

hemat listrik cctv

Menghemat daya listrik untuk CCTV dapat mengurangi biaya operasional sekaligus menjaga efisiensi sistem. Berikut beberapa tips yang paling berdampak pada penghematan daya:

  • Pilih Perangkat Hemat Energi: Utamakan kamera dan DVR/NVR dengan label hemat energi atau teknologi kompresi terbaru (misalnya H.265), yang memungkinkan perangkat beroperasi dengan daya lebih rendah.
  • Gunakan Sensor Gerak (Motion Detection): Atur kamera untuk hanya merekam ketika ada aktivitas yang terdeteksi. Ini secara drastis mengurangi waktu recording dan beban pada penyimpanan.
  • Jadwalkan Waktu Operasional: Jika memungkinkan, programkan kamera untuk mati atau masuk mode siaga selama jam-jam tertentu ketika pemantauan tidak diperlukan.
  • Pastikan Power Supply Tepat: Menggunakan power supply yang ukurannya tepat dan berkualitas baik mengurangi potensi hilangnya energi dan panas berlebih.
  • Gunakan Teknologi Inframerah (IR) Efisien: Pastikan fitur Infrared (IR) kamera Anda berfungsi secara otomatis dan hanya menyala saat kondisi cahaya benar-benar gelap, karena IR menggunakan daya tambahan.
  • Pertimbangkan UPS/Backup Daya: Meskipun tidak menghemat, UPS memastikan daya yang disalurkan stabil, yang secara tidak langsung mencegah perangkat bekerja keras atau rusak akibat spike listrik..
Baca Juga :  6 Fitur Absensi Fingerprint Guna Meningkatkan Akurasi Kehadiran

Layanan Jasa Pasang CCTV Terpercaya dengan Jangkauan Luas

Memastikan keamanan aset Anda memerlukan mitra yang tidak hanya menawarkan harga terbaik, tetapi juga teknisi handal yang memberikan layanan bergaransi. Kami adalah solusi terintegrasi untuk kebutuhan pemasangan CCTV Anda, menggabungkan kualitas instalasi premium dengan harga murah yang kompetitif.

Kami telah melayani ribuan pelanggan di berbagai wilayah. Temukan Layanan Jasa CCTV di kota Anda dan segera konsultasikan kebutuhan keamanan properti Anda:

JABODETABEK & Bandung (Teknisi Handal & Bergaransi):

Jawa Tengah & Timur (Harga Terbaik & Garansi Resmi):

Jangan biarkan pertanyaan keamanan Anda tak terjawab. Hubungi kami sekarang untuk mendapatkan instalasi CCTV terbaik dengan penawaran harga yang transparan!


Pentingnya Sistem Backup Daya untuk CCTV

Selain menghitung kebutuhan dan menghemat konsumsi daya, satu aspek penting yang sering dilupakan adalah menyediakan sistem cadangan daya (power backup).

Sistem backup seperti UPS (Uninterruptible Power Supply) atau baterai cadangan sangat penting untuk memastikan sistem CCTV tetap menyala saat terjadi pemadaman listrik.

Berikut beberapa alasan kenapa sistem backup daya sangat penting:

  • Mencegah kehilangan rekaman saat listrik padam
  • Menjaga kestabilan perangkat agar tidak rusak akibat mati mendadak
  • Memberikan waktu untuk mematikan sistem dengan aman atau mengaktifkan genset

FAQ: Berapa Watt CCTV?

Yang sering ditanyakan mengenai daya listrik untuk CCTV:

Berapa watt daya CCTV?

Daya CCTV umumnya berkisar antara:

  • CCTV Analog: 5–7 watt per kamera
  • IP Camera: 8–15 watt (tergantung resolusi & fitur)
  • CCTV PTZ: bisa mencapai 15–30 watt
Baca Juga :  Harga DVR CCTV Terbaru 2025: Ini Tipe dan Pilihannya!

DVR/NVR juga membutuhkan daya tambahan sekitar 10–40 watt, tergantung tipe.

Apakah CCTV banyak makan listrik?

Tidak. Secara umum CCTV hemat listrik. Rata-rata satu kamera hanya memakai 5–15 watt, yang setara dengan daya lampu kecil. Bahkan jika digunakan 24 jam, konsumsi listrik tetap relatif rendah dan aman untuk penggunaan rumah atau kantor.

Berapa watt yang digunakan CCTV per hari?

Contoh perhitungan:

  • Jika kamera menggunakan 10 watt, maka dalam 24 jam konsumsi energinya sekitar:
    10 watt × 24 jam = 240 Wh (0,24 kWh per hari).
  • Semakin banyak jumlah kamera dan perangkat pendukung (DVR/NVR), semakin besar total kebutuhan dayanya.

Apakah CCTV membutuhkan UPS (Uninterruptible Power Supply)?

Sangat disarankan. CCTV membutuhkan UPS atau sistem power backup lainnya. Fungsi utama UPS adalah menjaga sistem CCTV (kamera dan DVR/NVR) tetap menyala saat terjadi pemadaman listrik. Hal ini krusial untuk mencegah hilangnya rekaman penting dan menjaga kestabilan perangkat dari mati mendadak.

Angka ini dapat berbeda tergantung bitrate, kompresi (H.264/H.265), dan tingkat aktivitas (motion).

Guntoro adalah Content Specialist di Promocctv.com sejak tahun 2018. Ia berpengalaman menulis dan mengelola konten seputar CCTV, keamanan, dan teknologi pengawasan. Melalui tulisannya, Guntoro berkomitmen membantu pembaca memahami produk dan solusi keamanan terbaik untuk rumah maupun bisnis.

You might also like
6 Jenis Kamera CCTV dengan Berbagai Keunggulannya

6 Jenis Kamera CCTV dengan Berbagai Keunggulannya

5 Perbedaan Kamera Dome dan Bullet

5 Perbedaan Kamera Dome dan Bullet

Cara Setting IP Webcam di Android dengan Mudah

Cara Setting IP Webcam di Android dengan Mudah