Keberadaan CCTV saat ini bukan lagi hal yang asing. Mulai dari rumah, perkantoran, hingga area publik, hampir semua tempat mengandalkan kamera pengawas untuk alasan keamanan. Namun, pernahkah kamu bertanya-tanya apakah CCTV yang terpasang benar-benar aktif? Banyak orang juga penasaran kenapa lampu CCTV menyala merah, karena hal ini bisa menimbulkan kebingungan antara CCTV aktif dan tidak. Apalagi, beberapa kamera terkadang tidak menunjukkan tanda-tanda mencolok saat merekam.
Supaya kamu tidak tertipu oleh tampilan luar CCTV, berikut panduan lengkap cara membedakan CCTV hidup dan mati yang bisa kamu jadikan acuan.

Langsung saja mari kita cek bagaimana membedakan CCTV yang aktif atau mati:
Salah satu cara termudah adalah dengan melihat lampu indikator CCTV di kamera. Namun, kamu perlu berhati-hati. Beberapa CCTV palsu justru memasang lampu merah terang yang berkedip untuk mengelabui.
Pada CCTV asli, biasanya lampu inframerah akan aktif saat gelap dan tidak terlalu terang. Untuk memastikan, kamu bisa arahkan kamera ponsel ke lensa CCTV. Jika terlihat titik cahaya yang tak kasat mata, artinya lampu inframerah sedang menyala dan kamera aktif.
Sebagian CCTV, terutama jenis PTZ (Pan Tilt Zoom), akan bergerak secara otomatis. Ada yang terus bergerak mengikuti pola, ada juga yang hanya bergerak saat mendeteksi gerakan. Jika lensa kamera aktif mengikuti objek, ini menandakan sistem bekerja dengan baik.
Bila sistem CCTV kamu terhubung ke DVR atau NVR, biasanya tersedia aplikasi di komputer yang bisa digunakan untuk memantau status kamera. Melalui aplikasi seperti mEye, TinyCam Monitor, IP Cam Viewer, atau IP CAM Controller, kamu dapat melihat semua unit CCTV yang aktif secara real-time.
Sekarang banyak CCTV modern bisa dikontrol lewat smartphone. Dengan aplikasi seperti Viewtron CCTV DVR Viewer, kamu bisa melihat apakah kamera aktif, memantau rekaman, bahkan mengatur tampilan hingga resolusi video.
Keunggulannya, kamu bisa memantau dari mana saja selama ada koneksi internet.
Alat pendeteksi sinyal penyadap juga bisa digunakan untuk memeriksa aktivitas CCTV. Ketika alat mendeteksi sinyal dari kamera, itu menandakan CCTV sedang bekerja. Alat ini cukup berguna, terutama jika kamu ingin memeriksa keberadaan kamera tersembunyi saat menginap di hotel atau penginapan.
CCTV palsu sering dipasang asal-asalan dengan kabel yang mencolok dan casing plastik yang ringkih. Sementara CCTV asli umumnya dipasang rapi oleh teknisi, memiliki bahan kokoh, dan tahan cuaca, terutama untuk penggunaan outdoor.
Untuk jenis CCTV wireless, kamu bisa mengecek apakah kamera terhubung ke jaringan Wi-Fi rumah. Bila perangkat terdeteksi aktif di jaringan router, itu menjadi tanda bahwa CCTV sedang beroperasi.
Terakhir, cara paling pasti adalah memeriksa rekaman di DVR atau NVR. Bila data rekaman terus berjalan tanpa ada jeda waktu, itu menunjukkan CCTV aktif selama periode tersebut.
Temukan Jasa CCTV di kota Anda :
Mengetahui ciri-ciri cara mengetahui CCTV merekam atau tidak tidaklah sulit jika kamu tahu tanda-tandanya, seperti lampu indikator, pergerakan kamera, dan penggunaan aplikasi atau detektor sinyal. Dengan mengamati lampu, pergerakan, instalasi kabel, hingga memanfaatkan aplikasi dan detektor sinyal, kamu bisa memastikan sistem keamanan di rumah atau kantor berjalan optimal.